Hadits Tirmidzi Nomor 3817-3833

Hadits Tirmidzi Nomor 3817

حَدَّثَنَا سُوَيْدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ جِبْرِيلَ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] telah mengabarkan kepada kami [Zakariya] dari [Asy Sya’bi] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Aisyah] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Sesungguhnya Jibril menyampaikan salam kepadamu.” Maka jawabku; “Wa ‘alaihis salam warahmatullah wa barakaatuh.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits shahih.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3818

حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمَخْزُومِيُّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ مَا أَشْكَلَ عَلَيْنَا أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثٌ قَطُّ فَسَأَلْنَا عَائِشَةَ إِلَّا وَجَدْنَا عِنْدَهَا مِنْهُ عِلْمًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ


Telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Mas’adah] telah menceritakan kepada kami [Ziyad bin Ar Rabi’] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Salamah Al Makhzumi] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dia berkata; “sama sekali tidak ada suatu kesulitan atas kami sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai Hadits beliau, lantas kami bertanya kepada Aisyah, melainkan kami akan mendapatkan ilmu tentang hadits itu dari sisinya.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3819

حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ دِينَارٍ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَفْصَحَ مِنْ عَائِشَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ


Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Dinar Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin ‘Amru] dari [Za`idah] dari [Abdul Malik bin ‘Umair] dari [Musa bin Thalhah] dia berkata; “Aku tidak pernah melihat ada seseorang yang lebih fashih (pandai) daripada [Aisyah].” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits shahih gharib.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3821

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَيْكَ قَالَ عَائِشَةُ قَالَ مِنْ الرِّجَالِ قَالَ أَبُوهَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ إِسْمَعِيلَ عَنْ قَيْسٍ


Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id Al Umawy] dari [Isma’il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [‘Amru bin Al ‘Ash] bahwa dia berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling anda cintai?” beliau menjawab: “Aisyah.” Dia berkata; “Kalau dari kalangan laki-laki?” beliau menjawab: “Ayahnya.” Abu Isa berkata; Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini, yaitu dari hadits Isma’il dari Qais.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3822

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي مُوسَى قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ هُوَ أَبُو طُوَالَةَ الْأَنْصَارِيُّ الْمَدَنِيُّ ثِقَةٌ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ


Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ja’far] dari [Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar Al Anshari] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keutamaan Aisyah atas para wanita, bagaikan keutamaan Tsarid (nama jenis makanan istimewa seperti bubur) atas semua makanan.” Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Aisyah dan Abu Musa. Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih. Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar adalah Abu Thuwalah Al Anshari Al Madani, seorang yang tsiqah. Dan Malik bin Anas juga telah meriwayatkan darinya.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3823

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ غَالِبٍ أَنَّ رَجُلًا نَالَ مِنْ عَائِشَةَ عِنْدَ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ فَقَالَ أَغْرِبْ مَقْبُوحًا مَنْبُوحًا أَتُؤْذِي حَبِيبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [‘Amru bin Ghalib] bahwa ada seorang laki-laki menyebutkan kejelekan Aisyah di sisi ‘Ammar bin Yasir, maka [‘Ammar] pun berkata; “Jauhkanklah (perkataanmu) yang jelek itu, apakah kamu hendak menyakiti kekasih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3825

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَيْكَ قَالَ عَائِشَةُ قِيلَ مِنْ الرِّجَالِ قَالَ أَبُوهَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ


Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin ‘Abdah Adl Dlabi] telah menceritakan kepada kami [Al Mu’tamir bin Sulaiman] dari [Humaid] dari [Anas] dia berkata; “Di katakan; “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling anda cintai?” beliau menjawab: “Aisyah.” Beliau ditanya; “dari kalangan laki-laki?” beliau menjawab; “ayahnya.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini yaitu dari hadits Anas.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3826

حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ كَثِيرٍ الْعَنْبَرِيُّ أَبُو غَسَّانَ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جَعْفَرٍ وَكَانَ ثِقَةً عَنْ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ قِيلَ لِابْنِ عَبَّاسٍ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ مَاتَتْ فُلَانَةُ لِبَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَجَدَ فَقِيلَ لَهُ أَتَسْجُدُ هَذِهِ السَّاعَةَ فَقَالَ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ آيَةً فَاسْجُدُوا فَأَيُّ آيَةٍ أَعْظَمُ مِنْ ذَهَابِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ


Telah menceritakan kepada kami [Abbas Al ‘Anbari] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Katsir Al ‘Anbari Abu Ghassan] telah menceritakan kepada kami [Sulm bin Ja’far] -dia adalah seorang yang tsiqah- dari [Al Hakam bin Aban] dari [Ikrimah] dia berkata; Setelah menunaikan shalat shubuh, di katakan kepada [Ibnu Abbas]; “Fulanah yaitu salah seorang dari isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggal dunia, maka dia bersujud, lalu dikatakan kepadanya; “Apakah kamu bersujud pada saat ini (setelah shalat subuh)?” Ibnu Abbas menjawab; “Bukankah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Apabila kalian melihat tanda-tanda kebesaran Allah, maka sujudlah! Dan tanda kebesaran Allah mana yang lebih besar dari pada wafatnya salah seorang dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3827

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا هَاشِمٌ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا كِنَانَةُ قَالَ حَدَّثَتْنَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ بَلَغَنِي عَنْ حَفْصَةَ وَعَائِشَةَ كَلَامٌ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ أَلَا قُلْتِ فَكَيْفَ تَكُونَانِ خَيْرًا مِنِّي وَزَوْجِي مُحَمَّدٌ وَأَبِي هَارُونُ وَعَمِّي مُوسَى وَكَانَ الَّذِي بَلَغَهَا أَنَّهُمْ قَالُوا نَحْنُ أَكْرَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا وَقَالُوا نَحْنُ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَنَاتُ عَمِّهِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَنَسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ صَفِيَّةَ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ هَاشِمٍ الْكُوفِيِّ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَلِكَ الْقَوِيِّ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdusshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Hasyim dia adalah Ibnu Sa’id Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Kinanah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Shafiyyah binti Huyay] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku, setelah sampai kepadaku perkataan Hafshah dan Aisyah (yang membuatku sakit hati), maka aku mengadukan hal itu kepada beliau, lantas beliau bersabda: “Tidakkah kamu mengatakan; “Bagaimana kamu berdua bisa lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku (dari keturunan) Harun sedangkan pamanku (dari keturunan) Musa.” Sedangkan berita yang sampai kepadanya adalah mereka mengatakan; “Kami lebih mulia di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada dia (Shafiyah binti Huyay).” mereka juga mengatakan; “Kami adalah para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan anak paman beliau.” dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas. Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Shafiyah kecuali dari haditsnya Hasyim Al Kufi, dan isnadnya pun lemah.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3828

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ ابْنُ عَثْمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ يَعْقُوبَ الزَّمْعِيُّ عَنْ هَاشِمِ بْنِ هَاشِمٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ وَهْبِ بْنِ زَمْعَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا فَاطِمَةَ عَامَ الْفَتْحِ فَنَاجَاهَا فَبَكَتْ ثُمَّ حَدَّثَهَا فَضَحِكَتْ قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهَا عَنْ بُكَائِهَا وَضَحِكِهَا قَالَتْ أَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ يَمُوتُ فَبَكَيْتُ ثُمَّ أَخْبَرَنِي أَنِّي سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ إِلَّا مَرْيَمَ بِنْتَ عِمْرَانَ فَضَحِكْتُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid bin ‘Atsmah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Musa bin Ya’qub Az Zam’i] dari [Hasyim bin Hasyim] bahwa [Abdullah bin Wahb bin Zam’ah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Ummu Salamah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika hari penaklukan kota Makkah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil Fathimah, kemudian beliau berbisik kepadanya, tiba-tiba Fathimah menangis, kemudian beliau berbicara kepadanya (yang kedua kali), dan dia tersenyum.” Ummu Salamah melanjutkan; “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia, maka aku bertanya kepadanya perihal sesuatu yang membuatnya menangis dan tersenyum.” Fathimah berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabariku bahwa beliau akan meninggal dunia, maka aku menangis, kemudian beliau memberitahukanku bahwa aku adalah wanita penghulu syurga selain kepada Maryam binti Imran, maka aku pun tersenyum.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3829

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَلَغَ صَفِيَّةَ أَنَّ حَفْصَةَ قَالَتْ بِنْتُ يَهُودِيٍّ فَبَكَتْ فَدَخَلَ عَلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ تَبْكِي فَقَالَ مَا يُبْكِيكِ فَقَالَتْ قَالَتْ لِي حَفْصَةُ إِنِّي بِنْتُ يَهُودِيٍّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكِ لَابْنَةُ نَبِيٍّ وَإِنَّ عَمَّكِ لَنَبِيٌّ وَإِنَّكِ لَتَحْتَ نَبِيٍّ فَفِيمَ تَفْخَرُ عَلَيْكِ ثُمَّ قَالَ اتَّقِي اللَّهَ يَا حَفْصَةُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ


Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dan [‘Abd bin Humaid] keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma’mar] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; Telah sampai kabar ke (telinga) Shafiyah bahwa Hafshah berkata; “Puteri seorang Yahudi.” maka dia menangis, hingga ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuinya dan ia masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya; “Apa yang membuatmu menangis?” Shafiyah menjawab; “Hafshah telah berkata kepadaku bahwa aku adalah puteri seorang Yahudi.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kamu adalah puteri seorang Nabi, dan sesungguhnya pamanmu juga seorang Nabi, dan sesungguhnya kamu juga di bawah perlindungan seorang Nabi (Muhammad), lalu apa yang bisa ia (Hafshah) banggakan atas dirimu!.” Kemudian beliau bersabda: “Bertakwalah kamu wahai Hafshah.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3830

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ صَحِيحٌ مِنْ حَدِيثِ الثَّوْرِيِّ مَا أَقَلَّ مَنْ رَوَاهُ عَنْ الثَّوْرِيِّ وَرُوِيَ هَذَا عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam bin ‘Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku, apabila sahabat kalian meninggal dunia maka biarkanlah dia (tinggalkanlah dia jangan membicarakan keburukan- keburukannya).” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib shahih dari hadits Ats Tsauri, dan sangat sedikit perawi yang meriwayatkannya dari Ats Tsauri, dan hadits ini diriwayatkan pula dari Hisyam bin ‘Urwah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam secara mursal.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3831

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ الْوَلِيدِ عَنْ زَيْدِ بْنِ زَائِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُبَلِّغُنِي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِي شَيْئًا فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَخْرُجَ إِلَيْهِمْ وَأَنَا سَلِيمُ الصَّدْرِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَالٍ فَقَسَّمَهُ فَانْتَهَيْتُ إِلَى رَجُلَيْنِ جَالِسَيْنِ وَهُمَا يَقُولَانِ وَاللَّهِ مَا أَرَادَ مُحَمَّدٌ بِقِسْمَتِهِ الَّتِي قَسَمَهَا وَجْهَ اللَّهِ وَلَا الدَّارَ الْآخِرَةَ فَتَثَبَّتُّ حِينَ سَمِعْتُهُمَا فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخْبَرْتُهُ فَاحْمَرَّ وَجْهُهُ وَقَالَ دَعْنِي عَنْكَ فَقَدْ أُوذِيَ مُوسَى بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ زِيدَ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ رَجُلٌ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Isra`il] dari [Al Walid] dari [Zaid bin Za`id] dari [Abdullah bin Mas’ud] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan sampai ada seseorang yang menyampaikan kepadaku tentang keburukan salah seorang dari sahabatku, karena aku ingin keluar kepada (menemui) mereka dalam keadaan lapang dada dari penyakit hati.” Abdullah berkata; “(suatu ketika) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di beri harta, lalu beliau membagi-bagikannya (kepada orang-orang), hingga sampailah aku kepada dua orang yang sedang duduk-duduk, keduanya berkata; “Demi Allah, dalam pembagiannya Muhammad tidak mengharapkan wajah Allah dan tidak pula mengharap (pahala) negeri Akhirat, hingga aku merasa sakit ketika mendengarnya, lalu aku bersegera menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan hal itu kepada beliau. maka wajah beliau memerah seraya bersabda: “Biarkanlah, sungguh Musa pernah di sakiti lebih dari ini, namun dia tetap bersabar.” Abu Isa berkata; “hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini, karena dalam isnadnya ada tambahan seorang laki-laki.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3832

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى وَالْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ السُّدِّيِّ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي هِشَامٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُبَلِّغُنِي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ شَيْئًا وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ هَذَا مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma’il] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [‘Ubaidullah bin Musa] dan [Al Husain bin Muhammad] dari [Isra`il] dari [As Suddi] dari [Al Walid bin Abu Hisyam] dari [Zaid bin Za`idah] dari [Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Jangan sampai ada seseorang yang menyampaikan kepadaku tentang keburukan orang lain.” Hadits ini sebagian darinya telah diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud melalui jalur selain ini.

Hadits Tirmidzi Nomor 3833

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ قَال سَمِعْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يُحَدِّثُ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ فَقَرَأَ عَلَيْهِ { لَمْ يَكُنْ الَّذِينَ كَفَرُوا } وَقَرَأَ فِيهَا إِنَّ ذَاتَ الدِّينِ عِنْدَ اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ الْمُسْلِمَةُ لَا الْيَهُودِيَّةُ وَلَا النَّصْرَانِيَّةُ وَلَا الْمَجُوسِيَّةُ مَنْ يَعْمَلْ خَيْرًا فَلَنْ يُكْفَرَهُ وَقَرَأَ عَلَيْهِ لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى إِلَيْهِ ثَانِيًا وَلَوْ كَانَ لَهُ ثَانِيًا لَابْتَغَى إِلَيْهِ ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا تُرَابٌ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ رَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ وَقَدْ رَوَاهُ قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ


Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] telah mengabarkan kepada kami [Syu’bah] dari [‘Ashim] dia berkata; saya mendengar [Zir bin Hubaisy] bercerita dari [Ubay bin Ka’ab] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk membacakan ayat Al Qur`an kepadamu.” Lalu beliau membaca; ” Tidaklah orang-orang kafir … QS Al Bayyinah; 1, kemudian beliau juga membaca; INNA DZAATADDIINI ‘INDALLAHI AL HANIIFIYYAH AL MUSLIMAH LAA AL YAHUUDIYYAH WALAA AN NASHRANIYYAH WALAA AL MAJUUSIYYAH, MAN YA’MAL KHAIRAN FALAN YUKFARAH (Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah adalah hanifiyah muslimah (agama yang lurus lagi selamat) tidak agama Yahudi, tidak pula Nashrani dan tidak pula Majusi, barangsiapa berbuat baik, Maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya.” dan beliau juga membaca: LAU ANNA LI IBNI AADAM WAADIYAN MIN MAALIN LABTAGHAA ILAIHI TSAANIYAN WALAU KAANA LAHUU TSAANIYAN LAABTAGHAA ILAIHI TSAALITSAN WALAA YAMLA`U JAUFA IBNU AADAM ILLA TURAAB WA YATUUBULLAHU ‘ALAA MAN TAABA (Sekiranya Ibnu Adam memiliki sebukit harta kekayaan, niscaya ia akan mengharapkan untuk mendapatkan dua bukit, dan sekiranya ia memiliki dua bukit harta kekayaan, niscaya ia akan mengharapkan untuk mendapatkan tiga bukit, dan tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat).” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan hadits ini telah diriwayatkan dari selain jalur ini, yaitu telah diriwayatkan oleh [Abdullah bin Abdurrahman bin Abza] dari [ayahnya] dari [Ubay bin Ka’ab radliallahu ‘anhu] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membaca Al Qur’an kepadamu.” Dan juga telah diriwayatkan oleh [Qotadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ubay bin Ka’ab: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membaca Al Qur’an kepadamu.”

Leave a Comment