Hadits Tirmidzi Nomor 3742-3756

Hadits Tirmidzi Nomor 3742

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يُوسُفَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مُوسَى يَقُولُ لَقَدْ قَدِمْتُ أَنَا وَأَخِي مِنْ الْيَمَنِ وَمَا نُرَى حِينًا إِلَّا أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَا نَرَى مِنْ دُخُولِهِ وَدُخُولِ أُمِّهِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رَوَاهُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ


Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Yusuf bin Abu Ishaq] dari [ayahnya] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad bin Yazid] bahwa dia mendengar [Abu Musa] berkata; “Ketika aku dan saudaraku tiba dari Yaman, kami tidak melihat Abdullah bin Mas’ud melainkan ia seperti ahli bait Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kami melihat dia bersama ibunya sering datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatanya hasan shahih gharib melalui jalur ini, dan hadits juga diriwayatkan oleh [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq].”

Hadits Tirmidzi Nomor 3743

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ أَتَيْنَا عَلَى حُذَيْفَةَ فَقُلْنَا حَدِّثْنَا مَنْ أَقْرَبُ النَّاسِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدْيًا وَدَلًّا فَنَأْخُذَ عَنْهُ وَنَسْمَعَ مِنْهُ قَالَ كَانَ أَقْرَبُ النَّاسِ هَدْيًا وَدَلًّا وَسَمْتًا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنُ مَسْعُودٍ حَتَّى يَتَوَارَى مِنَّا فِي بَيْتِهِ وَلَقَدْ عَلِمَ الْمَحْفُوظُونَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ هُوَ مِنْ أَقْرَبِهِمْ إِلَى اللَّهِ زُلْفَى قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Abdurrahman bin Yazid] dia berkata; “Kami mendatangi [Hudzaifah] seraya berkata; “Tunjukkan pada kami siapa orang yang paling dekat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari sisi petunjuk dan penjelasannya, sehingga kami dapat mengambil dan mendengar (ilmu) darinya.” Hudzaifah bin Al Yaman berkata; “Orang yang paling dekat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari segi petunjuk, penjelasan dan tingkah lakunya adalah Ibnu Mas’ud, hingga kami sering tidak melihatnya berada di rumahnya. Sungguh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang terjaga telah sama mengetahui bahwa Ibnu Ummi ‘Abd adalah sosok yang paling dekat dengan Allah sedekat-dekatnya.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3744

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا صَاعِدٌ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ مُؤَمِّرًا أَحَدًا مِنْ غَيْرِ مَشُورَةٍ مِنْهُمْ لَأَمَّرْتُ عَلَيْهِمْ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ


Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Sha’id Al Harrani] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku mengangkat seseorang menjadi seorang amir (pemimpin) tanpa musyawarah dari mereka (kaum Muslimin), niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi ‘Abd (Abdullah bin Mas’ud) menjadi amir mereka.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Al Harits dari Ali.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3745

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ مُؤَمِّرًا أَحَدًا مِنْ غَيْرِ مَشُورَةٍ لَأَمَّرْتُ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ


Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki’] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku mengangkat seorang amir (pemimpin) tanpa musyawarah dari mereka (terlebih dahulu), niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi ‘Abd (Abdullah bin Mas’ud).”

Hadits Tirmidzi Nomor 3746

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] dari [Syaqiq bin Salamah] dari [Masruq] dari [Abdullah bin ‘Amru] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ambillah Al Qur`an (Qira’ah) dari empat orang, yaitu; Ibnu Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, Mu’adz bin Jabal dan Salim bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Hudzaifah.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3747

حَدَّثَنَا الْجَرَّاحُ بْنُ مَخْلَدٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ خَيْثَمَةَ بْنِ أَبِي سَبْرَةَ قَالَ أَتَيْتُ الْمَدِينَةَ فَسَأَلْتُ اللَّهَ أَنْ يُيَسِّرَ لِي جَلِيسًا صَالِحًا فَيَسَّرَ لِي أَبَا هُرَيْرَةَ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي سَأَلْتُ اللَّهَ أَنْ يُيَسِّرَ لِي جَلِيسًا صَالِحًا فَوُفِّقْتَ لِي فَقَالَ لِي مِمَّنْ أَنْتَ قُلْتُ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ جِئْتُ أَلْتَمِسُ الْخَيْرَ وَأَطْلُبُهُ قَالَ أَلَيْسَ فِيكُمْ سَعْدُ بْنُ مَالِكٍ مُجَابُ الدَّعْوَةِ وَابْنُ مَسْعُودٍ صَاحِبُ طَهُورِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَعْلَيْهِ وَحُذَيْفَةُ صَاحِبُ سِرِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَمَّارٌ الَّذِي أَجَارَهُ اللَّهُ مِنْ الشَّيْطَانِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ وَسَلْمَانُ صَاحِبُ الْكِتَابَيْنِ قَالَ قَتَادَةُ وَالْكِتَابَانِ الْإِنْجِيلُ وَالْفُرْقَانُ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَخَيْثَمَةُ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَبْرَةَ إِنَّمَا نُسِبَ إِلَى جَدِّهِ


Telah menceritakan kepada kami [Al Jarrah bin Makhlad bin AL Bahsri] telah menceritakan kepada kami [Mu’adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Qatadah] dari [Khaitsamah bin Abu Sabrah] dia berkata; “Aku datang ke Madinah, maka aku memohon kepada Allah supaya Dia memberi kemudahan kepadaku (bertemu) dengan seorang teman yang shalih, lantas Dia memberiku kemudahan kepadaku (bertemu) [Abu Hurairah], lalu aku bergaul dengannya, kataku kepadanya; “Sesungguhnya aku (tadi) memohon kepada Allah supaya memberi kemudahan kepadaku (bertemu) seorang teman yang Shalih, lalu Dia menetapkan kamu kepadaku.” Maka Abu Hurairah berkata; ‘Dari kamu berasal?” jawabku; “Dari penduduk Kufah, aku datang untuk menuntut kebaikan (ilmu) dan mencarinya.” Abu Hurairah berkata; “bukankah di tengah-tengah kalian ada Sa’d bin Malik seorang yang do’anya mustajab, Ibnu Mas’ud seorang yang selalu melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bersuci dan memakai sandal, Hudzaifah seorang juru rahasia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Ammar yang telah dilindungi oleh Allah dari Syetan melalui lisan Nabi-Nya, dan Salman seorang yang menguasai dua kitab.” Qatadah berkata; “(Maksud) dua kitab adalah Injil dan Al Qur’an.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. Haitsamah adalah Ibnu Abdurrahman bin Abu Sabrah hanyasaja dia dinisbatkan kepada kakeknya.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3748

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ عِيسَى عَنْ شَرِيكٍ عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ عَنْ زَاذَانَ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اسْتَخْلَفْتَ قَالَ إِنْ أَسْتَخْلِفْ عَلَيْكُمْ فَعَصَيْتُمُوهُ عُذِّبْتُمْ وَلَكِنْ مَا حَدَّثَكُمْ حُذَيْفَةُ فَصَدِّقُوهُ وَمَا أَقْرَأَكُمْ عَبْدُ اللَّهِ فَاقْرَءُوهُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَقُلْتُ لِإِسْحَقَ بْنِ عِيسَى يَقُولُونَ هَذَا عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ عَنْ زَاذَانَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَهُوَ حَدِيثُ شَرِيكٍ


Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Isa] dari [Syarik] dari [Abu Al Yaqzhan] dari [Zadzan] dari [Hudzaifah] dia berkata; Para sahabat berkata; “Wahai Rasulullah, sekiranya anda meninggalkan (mengangkat) seorang pemimpin.” Beliau bersabda: “Sekiranya aku mengangkat seorang pemimpin, dan kalian bermaksiat kepadanya maka kalian akan di siksa, akan tetapi apa yang di katakana oleh Hudzaifah maka benarkanlah, dan apa yang di bacakan Abdullah, maka bacalah.” Abdullah berkata; aku berkata kepada Ishaq bin Isa; Mereka (para Perawi) mengatakan; “Hadits ini dari Abu wa`il, Ishaq berkata; insya Allah hadits ini berasal dari zadzan.Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan yaitu hadits riwayat Syarik.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3749

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ فَرَضَ لِأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فِي ثَلَاثَةِ آلَافٍ وَخَمْسِ مِائَةٍ وَفَرَضَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فِي ثَلَاثَةِ آلَافٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لِأَبِيهِ لِمَ فَضَّلْتَ أُسَامَةَ عَلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا سَبَقَنِي إِلَى مَشْهَدٍ قَالَ لِأَنَّ زَيْدًا كَانَ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَبِيكَ وَكَانَ أُسَامَةُ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْكَ فَآثَرْتُ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حُبِّي قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki’] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] dari [Ibnu Juraij] dari [Zaid bin Aslam] dari [ayahnya] dari [Umar] bahwa dia memberi tunjangan (dalam kekuasaannya) kepada Usamah bin Zaid sebesar tiga ribu lima ratus dan memberi tunjungan Abdullah bin ‘Amru sebesar tiga ribu. Maka Abdullah bin ‘Umar protes kepada ayahnya, katanya; “Kenapa anda melebihkan Usamah dariku? Demi Allah, padahal aku lebih dahulu ikut dalam peperangan.” Umar berkata; “Karena Zaid adalah orang yang paling di cintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari pada ayahmu, sedangkan Usamah lebih di cintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari pada dirimu, oleh karena itu aku lebih mendahulukan kecintaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada kecintaanku.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3750

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ مَا كُنَّا نَدْعُو زَيْدَ بْنَ حَارِثَةَ إِلَّا زَيْدَ ابْنَ مُحَمَّدٍ حَتَّى نَزَلَتْ { ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ } قَالَ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ya’qub bin Abdurrahman] dari [Musa bin ‘Uqbah] dari [Salim bin Abdullah bin Umar] dari [ayahnya] dia berkata; “Kami selalu memanggil Zaid bin Haritsah dengan sebutan Zaid bin Muhammad hingga turun ayat; Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah QS Al Ahzab; 5.” Perawi (Abu Isa) berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3751

حَدَّثَنَا الْجَرَّاحُ بْنُ مَخْلَدٍ الْبَصْرِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ الرُّومِيِّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي جَبَلَةُ بْنُ حَارِثَةَ أَخُو زَيْدٍ قَالَ قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْعَثْ مَعِي أَخِي زَيْدًا قَالَ هُوَ ذَا قَالَ فَإِنْ انْطَلَقَ مَعَكَ لَمْ أَمْنَعْهُ قَالَ زَيْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَا أَخْتَارُ عَلَيْكَ أَحَدًا قَالَ فَرَأَيْتُ رَأْيَ أَخِي أَفْضَلَ مِنْ رَأْيِي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ ابْنِ الرُّومِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُسْهِرٍ


Telah menceritakan kepada kami [Al Jarrah bin Makhlad Al Bashri dan yang lain] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Umar bin Ar Rumi] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Isma’il bin Abu Khalid] dari [Abu ‘Amru As Syaibani] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Jabalah bin Haritsah] saudara laki-lakinya Zaid, dia berkata; saya datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Wahai Rasulullah, utuslah bersamaku saudara laki-lakiku yaitu Zaid.” Beliau bersabda; “dia orangnya?.” Beliau melanjutkan: “Jika dia hendak ikut serta denganmu, maka aku tidak akan melarangnya.” Zaid berkata; “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku tidak berunding kepada seorang pun selain anda.” Jabalah berkata; “Maka aku mengetahui pendapat saudaraku lebih tepat dari pendapatku.” Abu Isa berkata; Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ibnu Ar Rumi dari Ali bin Mushir.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3752

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ بَعْثًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ فَطَعَنَ النَّاسُ فِي إِمْرَتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ تَطْعَنُوا فِي إِمْرَتِهِ فَقَدْ كُنْتُمْ تَطْعَنُونَ فِي إِمْرَةِ أَبِيهِ مِنْ قَبْلُ وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ لَخَلِيقًا لِلْإِمَارَةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ وَإِنَّ هَذَا مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ بَعْدَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ


Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik bin Anas] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus suatu utusan yang di pimpin oleh Usamah bin Zaid, lantas ada beberapa orang yang mencela dalam kepemimpinannya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian mencela kepemimpinannya maka sungguh kalian telah mencela kepemimpinan ayahnya sebelum itu, padahal demi Allah sungguh dia (ayahnya) sangat layak menjabat pemimpin, dan dia (ayahnya) adalah di antara orang yang paling aku cintai, dan sungguh dia (Usamah) adalah di antara orang yang paling aku cintai setelah ayahnya.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.” Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ja’far] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits Malik bin Anas.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3753

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ السَّبَّاقِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَمَّا ثَقُلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَبَطْتُ وَهَبَطَ النَّاسُ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَصْمَتَ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَيْهِ عَلَيَّ وَيَرْفَعُهُمَا فَأَعْرِفُ أَنَّهُ يَدْعُو لِي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Sa’id bin ‘Ubaid bin As Sabbaq] dari [Muhammad bin Usamah bin Zaid] dari [ayahnya] dia berkata; “Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasa lemah (letih), maka aku pun singgah, dan orang-orang juga turut singgah di Madinah, lalu aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun beliau diam, tidak bicara sedikitpun, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan kedua tangannya kepadaku dan mengangkatnya, akhirnya aku mengerti bahwa beliau sedang berdoa untukku.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3754

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُنَحِّيَ مُخَاطَ أُسَامَةَ قَالَتْ عَائِشَةُ دَعْنِي حَتَّى أَكُونَ أَنَا الَّذِي أَفْعَلُ قَالَ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّيهِ فَإِنِّي أُحِبُّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Aisyah binti Thalhah] dari [Aisyah Ummul Mukminin] dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak membuang ingus dari (hidung) Usamah, maka Aisyah berkata; “Biarkan aku saja yang melakukannya.” Beliau bersabda: “Wahai Aisyah, cintailah dia, karena aku mencintainya.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3755

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَ عُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ عَلِيٌّ وَالْعَبَّاسُ يَسْتَأْذِنَانِ فَقَالَا يَا أُسَامَةُ اسْتَأْذِنْ لَنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِيٌّ وَالْعَبَّاسُ يَسْتَأْذِنَانِ فَقَالَ أَتَدْرِي مَا جَاءَ بِهِمَا قُلْتُ لَا أَدْرِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكِنِّي أَدْرِي فَأَذِنَ لَهُمَا فَدَخَلَا فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْنَاكَ نَسْأَلُكَ أَيُّ أَهْلِكَ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ فَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ فَقَالَا مَا جِئْنَاكَ نَسْأَلُكَ عَنْ أَهْلِكَ قَالَ أَحَبُّ أَهْلِي إِلَيَّ مَنْ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتُ عَلَيْهِ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَا ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ قَالَ الْعَبَّاسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَعَلْتَ عَمَّكَ آخِرَهُمْ قَالَ لِأَنَّ عَلِيًّا قَدْ سَبَقَكَ بِالْهِجْرَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَكَانَ شُعْبَةُ يُضَعِّفُ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ


Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma’il] telah menceritakan kepada kami [Abu ‘Awanah] dia berkata; [Umar bin Abu Salamah bin Abdurrahman] bercerita dari [ayahnya] dia berkata; telah memberitakan kepadaku [Usamah bin Zaid] dia berkata; “Aku duduk di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba Ali dan Abbas meminta izin, keduanya berkata; “Wahai Usamah, mintakanlah izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kami berdua.” Maka kataku; “Wahai Rasulullah, Ali dan Abbas datang meminta izin.” Beliau bersabda: “Wahai Usamah, apakah kamu tahu untuk apa keduanya datang?” jawabku; “Aku tidak tahu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan tetapi aku tahu (untuk apa keduanya datang).” Maka keduanya diizinkan masuk, keduanya bertanya; “Wahai Rasulullah, kami datang untuk bertanya kepada anda; ‘Siapakah dari kaum kerabatmua yang paling anda cintai?” beliau menjawab: “Fathimah binti Muhammad.” Keduanya berkata; “Kami datang kepada anda tidak bertanya tentang keluarga (anak dan istri) anda.” Beliau bersabda: “Dari kerabatku yang paling aku cintai adalah orang yang telah di karuniai Allah (dengan Islam) dan aku juga karuniai dia (dengan menjadikannya sebagai keluarga) yaitu Usamah bin Zaid.” Keduanya berkata; “Kemudian siapa?” beliau menjawab; “Kemudian Ali bin Abu Thalib.” Abbas berkata; “Wahai Rasulullah, anda menjadikan pamanmu sebagai orang yang terakhir di antara mereka?” beliau bersabda: “Karena sesungguhnya Ali telah mendahului kamu berhijrah.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan, dan SYu’bah telah mendlaifkan Umar bin Abu Salamah.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3756

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو الْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ بَيَانٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَا رَآنِي إِلَّا ضَحِكَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani’] telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin ‘Amru Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Bayan] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Jarir bin Abdullah] dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menghalangiku (masuk rumah beliau) semenjak aku masuk Islam dan tidaklah beliau melihatku melainkan akan tersenyum.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

 

Leave a Comment